Langsung ke konten utama

Hukum Fisika dan Hukum Kehidupan

Asslamualaikum kawan, kali ini saya ingin bercerita seputar fisika dan kehidupan nih.
Haduhhhh "FISIKA" (lagi), sejenis spesies yang paling dibenci mungkin sama anak IPA nih heheh

Kita bahas fisikanya mungkin gak usah terlalu serius kali ya hehehe
Karena saya berkuliah di jurusan Fisika jadi ya apa - apa dikaitin sama ilmu fisika yang sangat sedikit saya miliki ini.

Langsung aja kali ya..
Sebelum bahas fisika kita harus kenalan dulu nih siapa sih sebenernya fisika ini atau dia sejenis spesies apa, masuk ke klasifikasi apa? *ya mulai ngaco
Jadi fisika sendiri adalah ilmu yang mempelajari fenomena alam, kejadian - kejadian yang ada di alam dan sebagainya tentang alam deh, jadi gak heran mau menghindari si Fisika kayak apapun juga gak akan bisa *udah kaya menghindari mantan aja sulit (salah fokus)
Lanjut kita kembali ke jalan yang benar aja ya..

Nih hukum fisika yang sangat kental dengan hukum kehidupan..
Image result for fisika

1. Hukum I Newton
"Benda yang bergerak akan terus bergerak dan benda yang diam akan tetap diam"
Siapa sih yang gak kenal dengan fisikawan yang sangat terkenal dengan hukum gravitasi dan geraknya ini ? Ya Sir Isaac Newton yang karena kejatuhan apel jadi penemu gravitasi pertama ini, mungkin kalau pada saat itu apelnya jatuh mengenai saya gak akan ada tuh hukum gravitasi sampai saat ini (biar gak usah pusing belajar fisika) hehehe.
Nah kenapa sih hukum I Newton ini atau yang lebih dikenal dengan hukum kelembaman karena hukum ini yang bisa mempertahankan benda tetap berada dalam kedudukan awal, Terus apa hubungannya sama hukum kehidupan nih? 
Jadi gini, pernah gak sih kalian punya temen yang keliatannya tuh sibuk banget atau sok - sokan sibuk? Kenapa mereka terlihat sangat sibuk? Padahal kan waktu setiap orang sama yaitu sama - sama 24 jam. Mereka yang sibuk biasanya karena banyak kegiatan yang mereka lakukan, sedangkan kita? Kita gunakan untuk apa waktu 24 jam yang kita miliki ini? 
Nah sama aja ketika kalian sudah memulai mengikuti suatu kegiatan pasti nanti kalian akan banyak tertarik ikut kegiatan lainnya, tapi yang sudah memilih males-malesan pasti akan terus males-malesan, sama persis kayak hukum kelembamannya si Newton bukan?
Intinya sih waktu semua orang itu sama aja, tapi produktivitas setiap orang berbeda, dan pilihannya balik lagi ke diri kita masing - masing, memilih untuk menjadi orang yang produktif atau tidak?

2. Hukum III Newton
"Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan”
Hukum III Newton ini sering dibilang dengan hukum aksi reaksi, hukum sebab akibat atau kadang saya  sering bilang juga hukum karma hehe
Kenapa sih hukum ini dibilang juga hukum kehidupan? Pernah gak sih kalian 'ngisengin' teman kalian terus kalian diisengin balik, ya karena hukum karma itu benar - benar ada, kalo dalam peribahasa sih "siapa yang menanam dia yang akan menuai hasilnya" bener apa bener?
Jadi kalau kalian ingin hidup kalian di baikin sama orang lain maka kalian juga harus berbuat baik sama oeang lain pula, kalau kalian ingin di hargai orang lain kalian juga harus bisa menghargai orang lain terlebih dahulu, maka dari itu jadilah pribadi sebaik mungkin yang menebarkan manfaat bagi banyak orang *assadap

3. Hukum Kekekalan Energi
"Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain"
Loh loh kok jadi ada energi sih? 
Energi sendiri itu apa sih?
Energi dalam fisika adalah kemampuan untuk melakukan fisika, sedangkan usaha sendiri adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk memindahkan suatu benda, jadi kalau gak ada perpindahan usahanya 'sia -sia' tuh hehehe
 Terus kaitannya sama hukum kehidupan apaan?
Sebenernya Allah tuh udah memberikan kita nikmat yang begitu berlimpah, tak terkecuali energi yang ada di badan kita nih, kekuatan yang kita miliki, kesehatan tubuh yang tak ternilai harganya, panca indra yang lengkap dan masih banyak lagi deh, nah itu semua adalah energi atau modal awal yang kita miliki untuk melakukan kegiatan apapun, nah nantinya nikmat yang Allah berikan ini kita gunakan untuk apa balik lagi ke diri kita, kita ingin menggunakan energi awal kita dan mengubahnya menjadi energi yang lebih positif atau negatif semua tergantung diri kita. 
Sebagai contoh kita diberikan energi berupa mulut yang dapat berbicara, kita ingin mengubah bentuk energi ini menjadi apa tergantung diri kita, kita ingin menggunakan mulut kita ini untuk menyebarkan ilmu yang kita miliki menjadi bentuk energi yang lebih positif atau kita ingin menggunakan mulut kita untuk membicarakan kejelekan orang lain menjadi energi yang tidak baik, semua tergantung diri kita.
So, ubahlah betuk energi apapun yang kalian miliki menjadi energi yang dapat bermanfaat bagi banyak orang, dan kalian akan merasakan manfaatnya pula. 

Ya, menjadi orang baik memang tidak mudah, tapi berusahalah berbuat baik.

Nah itu aja sih yang dapat saya bagikan, semoga memberi manfaat.
Wassalam

Sumber :
Kholid, Setia Furqon. 2012. Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses. Sumedang : Rumah Karya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAI, APA KABAR?

picture from google “Hai, apa kabar? Aku rindu.” Sungguh rasanya ingin sekali ku mengirim pesan itu ke dirimu, tapi ku tak sanggup. Luka itu masih terlalu perih, kesedihan itu masih tetap ada, dan mengikhlaskanmu masih terasa terlalu sulit bagiku. Aku tak tahu bagaimana dengan dirimu, apakah kau merasakan hal yang sama dengan diriku, atau hanya aku saja yang merasakannya. Aku mencoba melupakannya untuk menyembuhkan luka itu, tapi malah ku semakin mengingat apa yang telah kita lewati bersama. Terlalu banyak kenangan itu. Dan kau masuk terlalu dalam di hatiku. Atau aku yang terlalu berharap padamu. Ah entahlah, aku tak paham dengan semua yang terjadi. Aku tak tahu apa yang terakhir kau sampaikan kepadaku itu jujur atau tidak. Aku sungguh tak tahu. Apakah benar itu jawaban atas doamu, atau justru itu jawaban atas doaku. Aku sungguh tak tahu. Mungkin pertemuan dan kedekatan kita beberapa waktu belakangan adalah sebuah kesalahan. Terlalu banyak aturan-Nya yang kita langgar. Sehingga D...

LEMAHNYA IMAN

  picture from google Pernah gak sih kalian merasa, kok hidup gua gini – gini aja ya? Atau merasa kok hidup dia banyak banget ya Allah kasih privilege sedangkan gua nggak? Atau pikiran – pikiran lainnya yang bisa buat efek negative justru di hidup kalian. Yups pasti semua orang pernah merasa seperti itu. Tapi tahukah kalian, kalau pikiran seperti itu hadir dari lemahnya iman kita sama Allah. Astagfirullah. Sebelum ke bahasan selanjutnya, saya disclaimer dulu, kalau saya menuliskan ini bukan berarti iman saya sudah kuat atau saya sudah paling taqwa. Sungguh tidak sama sekali seperti itu, tapi saya tuliskan hal ini justru buat jadi pengingat buat saya pribadi. Oke kita langsung ke topic kali ini. Dan mohon maaf kalo agak sedikit curcol, heheh Jadi beberapa bulan silam saya merasa hidup saya seperti kehilangan arah karena satu dan lain hal, yang tak perlu saya ceritakan disini. Singkat cerita saya pun merasa bingung terkait ‘apa tujuan hidup saya sebenarnya’ padahal kalo saja...

Tentang Gunung

Gunung Merbabu (29/12/2016) Katanya kalau mau tau sifat seseorang, maka ajaklah dia mendaki gunung. Bagiku gunung lebih dari sekedar ingin tahu sifat orang lain, tapi juga untuk mengetahui sifat kita yang sebenarnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang akan terlihat sifat aslinya saat menghadapi kesulitan, tapi mendaki gunung bukan berarti kita hanya mempersulit diri. Walaupun banyak yang mempertanyakan “ngapain sih lu, naik gunung capek – capek trus ntar turun lagi, bahkan bisa mangancam nyawa lu sendiri juga?” Ya pertanyaan tersebut tidaklah salah, kalau dipikir pakai logika mungkin benar saja bahwa mendaki gunung terkesan tidak berfaedah, tapi bagiku tidak demikian. Bagiku gunung bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tapi juga sebagai tempat ‘lari’, ya tempat melarikan diri dari segala kepenatan, segala kejenuhan, segala rutinitas, bahkan sampai menjadi tempat menyembuhkan sakit hati. Bagiku gunung bukan sebuah tempat untuk pergi, melainkan tempat untuk pulang, tempat kita me...