Langsung ke konten utama

Gugur

Oleh : Arum Setyarini

Ketika sebuah bibit pohon ditanamkan
Lalu kita akan menyiraminya dengan air
Kemudian kita beri pupuk dan kita rawat setiap harinya
Hingga bibit pohon itu tumbuh dan berkembang

Berkembang semakin besar layaknya manusia tumbuh dewasa
Tumbuh buah yang sangat merona dan memikat mata
Tentunya buah itu sangat berguna
Baik bagi hewan, manusia serta makhluk lainnya

Waktu pun terus berjalan
Karena sejatinya dimensi waktu tak dapat dihentikan
Begitu pun dengan nasib sang pohon
Yang berguna tanpa kita harus momohon

Tapi sadarkah kita suatu waktu sang pohon ini mulai berbeda
Ia mengalami suatu waktu yang terkesan menyakiti dirinya

Ya daun-daunnya mulai berjatuhan satu persatu
Bergerak sesuai arah hembusan angin yang tak menentu
Semakin banyak daunnya yang jatuh hingga tidak menyisakan walaupun hanya satu


Gugur...
Itulah suatu fase pada sang pohon yang harus dialami
Namun bukan berarti sang pohon ini mati
Suatu waktu pada harinya nanti
Semua daun seolah kembali lagi
Yaaa.. sang pohon seolah membuka lembaran baru..
Dengan adanya daun-daun kembali yang juga memberikan harapan baru..
Nantinya akan hadir buah yang tidak hanya satu

Fase gugur tadi merupakan suatu fase untuk bertahan
Layaknya sebuah kehidupan
Kehidupan yang diberikan sebuah ujian
Dan ujian ini merupakan sebuah pembelajaran
Yang manjadikan kita menjadi sebuah insan yang selalu didambakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Apa Susah-susah Belajar, Ujungnya Gak Kepake!

  picture from google “Ngapain sih kita belajar integral, matriks, turunantoh ujungnya kalo beli siomay gak akan ditanyain integral sama abangnya!” Celetuk seorang siswa dalam sebuah kelas setelah selesai pelajaran matematika. “Iya kalo di fisika juga sama, ngapain coba kita pusing – pusing belajar gerak parabola, emang ada atlet basket yang mau shooting ngitungin sudutnya dulu, kecepatannya berapa biar bisa masuk ke ring, yang ada keburu diambil lawan bolanya” tambah temannya yang lain. Yups, setiap pelajar pasti pernah memikirkan hal ini. Pasalnya mereka merasa apa yang mereka pelajari tidak berguna untuk kehidupan mereka. Udah pusing – pusing, tapi gak bermanfaat kan kayak sia – sia perjuangan. Eiitsss, tapi jangan buru – buru menghakimi, sesuatu yang kita pelajari itu sia – sia, karena sesungguhnya belajar apapun itu tidak akan sia – sia. Lantas akan muncul pertanyaan ‘Buat apa kita pelajari itu semua kalo gak kepake buat kehidupan kita?’ Oke, buat para pelajar yang sed...

Tentang Gunung

Gunung Merbabu (29/12/2016) Katanya kalau mau tau sifat seseorang, maka ajaklah dia mendaki gunung. Bagiku gunung lebih dari sekedar ingin tahu sifat orang lain, tapi juga untuk mengetahui sifat kita yang sebenarnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang akan terlihat sifat aslinya saat menghadapi kesulitan, tapi mendaki gunung bukan berarti kita hanya mempersulit diri. Walaupun banyak yang mempertanyakan “ngapain sih lu, naik gunung capek – capek trus ntar turun lagi, bahkan bisa mangancam nyawa lu sendiri juga?” Ya pertanyaan tersebut tidaklah salah, kalau dipikir pakai logika mungkin benar saja bahwa mendaki gunung terkesan tidak berfaedah, tapi bagiku tidak demikian. Bagiku gunung bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tapi juga sebagai tempat ‘lari’, ya tempat melarikan diri dari segala kepenatan, segala kejenuhan, segala rutinitas, bahkan sampai menjadi tempat menyembuhkan sakit hati. Bagiku gunung bukan sebuah tempat untuk pergi, melainkan tempat untuk pulang, tempat kita me...

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

picture from google “Ah lu begitu aja baper?” kata salah seorang kepada temannya yang katanya merupakan teman dekat. Tapi sebenarnya seorang tersebut sudah bercanda keterlaluan. Kalau kejadiannya di zaman sebelum kata baper itu menjadi viral mungkin orang tersebut menurut budaya seharusnya meminta maaf, maka hal tersebut adalah perilaku normal di masyarakat dengan budaya ketimuran. Semenjak kata – kata baper dan sejenisnya viral justru apabila orang yang kita ejek marah atau sakit hati justru menjadi suatu hal yang tidak normal, dan orang yang mengejek tersebut akan mengatakan hal seperti kalimat diawal tulisan ini. Sejatinya kata maaf adalah sebuah kata yang harusnya kita ucapkan apabila kita melakukan kesalahan, tidak peduli kita lebih tua atau lebih muda dari orang yang kita sakiti. Orang yang meminta maaf pun tidak harus melulu orang yang salah, tapi orang yang bisa meminta maaf terlebih dahulu bahkan meskipun ia tidak salah merupakan orang yang berjiwa besar. Selain minta maaf, ...