Langsung ke konten utama

Rencana ALLAH Memang Paling Indah

Assalamu'alaikum kawan... Maaf nih sebelumnya saya udah lama banget seperti menghilang karena sudah lama tidak ngepost artikel baru.. Maklum mahasiswa baru, hehehe

Oh iya kali ini saya ingin share tentang pengalaman saya nih.. Langsung aja yaaa...
Tahun ini saya resmi lulus dari SMA nih tepatnya dinyatakkan lulus sih pada tanggal 24 mei, sehari setelah ulang tahun saya loh, hehehe..
Dan nilai UN itu menjadi kado yang paling indah karena nilainya sangat memuaskan menurut saya..

Nah selanjutnya masih dibulan mei itu saya masih menunggu satu hal lagi yaitu pengumuman SNMPTN.. Dan setelah menunggu jeng jeng jeng ternyata hasilnya GAGAL... hmmm kecewa sih tapi disitu saya udah dibangkitin sama pengalaman saya yang sebelumnya juga gagal di tes2 lain... Saat itu pun saya langsung berubah menjadi lebih rajin buat belajar, latihan soal setiap hari buat SBMPTN...



Dan pas beberapa hari sebelum hari H saya merasa sedikit minder dan takut gagal lagi karena teman-teman saya yang lain pada bimbel sedangkan saya tidak sama sekali karena keterbatasan biaya heheh.. Oh iya SBMPTN ini adalah kesempatan terakhir buat saya untuk bisa masuk PTN karena saya adalah pendaftar bidik misi.. Tapi setiap muncul pikiran itu hati saya pun meyakinkan bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah...

Saat hari H SBMPTN... Saya merasa agak nervous, dan lagi lagi saya mencoba mayakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa.. hari pertama cukup lancar walau agak bermasalah dengan waktu, hari kedua masih cukup lumayan dan hari ketiga adalah luar binasa hehehe soal diluar prediksi... Dan SBMPTN pun berakhir..

1 bulan menunggu hasil SBMPTN dan akhirnya hari pengumuman pun tiba.. Tepatnya tanggal 8 Juli.. Dan pas saat pengumuman adalah pas harinya saya untuk verifikasi berkas di STAN yang akhirnya saya tidak mengikuti tes nya hehehe.. Dan saat itu saya pulang malam jadi yang melihatkan hasil pengumuman adalah teman saya dan mama saya.. Dan ternyata pas pulang mama saya langsung memberi tahu hasilnya dan hasilnya jeng jeng jeng jeng saya lulus SBMPTN dan di terima di PENDIDIKAN FISIKA UNJ.. Saya pun langsung mengucap syukur.. Dan beberapa saat kemudian saya menyadari bahwa itu fisika seketika saya agak kecewa.. Tapi karena saya tidak punya pilihan lain akhirnya itu saya ambil..

Dan sekarang saya sudah berkuliah di PENDIDIKAN FISIKA UNJ yang setelah saya mengenalnya saya tidak menyesal lagi karena ini memang sudah ALLAH siapin untuk saya dan disini saya merasa saya punya keluarga baru yang baik2, seru2 dan luar biasa deh.. Dosennya pun luar biasa dosen yang penuh dengan pengalaman yang luar biasa dan pemikiran yang luar biasa.. Dan yang terpenting saya sudah merasa nyaman dan bahagia disini..

Jadi intinya semua rencana ALLAH itu memang rencana yang paling indah melebihi indahnya semua rencana yang kita buat.. Tetap semangat untuk berprestasi dan menjalani hidup ini yah kawan.. semoga bisa menginspirasi dan memotivasi semuanya.. aamiin
Wassalam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Apa Susah-susah Belajar, Ujungnya Gak Kepake!

  picture from google “Ngapain sih kita belajar integral, matriks, turunantoh ujungnya kalo beli siomay gak akan ditanyain integral sama abangnya!” Celetuk seorang siswa dalam sebuah kelas setelah selesai pelajaran matematika. “Iya kalo di fisika juga sama, ngapain coba kita pusing – pusing belajar gerak parabola, emang ada atlet basket yang mau shooting ngitungin sudutnya dulu, kecepatannya berapa biar bisa masuk ke ring, yang ada keburu diambil lawan bolanya” tambah temannya yang lain. Yups, setiap pelajar pasti pernah memikirkan hal ini. Pasalnya mereka merasa apa yang mereka pelajari tidak berguna untuk kehidupan mereka. Udah pusing – pusing, tapi gak bermanfaat kan kayak sia – sia perjuangan. Eiitsss, tapi jangan buru – buru menghakimi, sesuatu yang kita pelajari itu sia – sia, karena sesungguhnya belajar apapun itu tidak akan sia – sia. Lantas akan muncul pertanyaan ‘Buat apa kita pelajari itu semua kalo gak kepake buat kehidupan kita?’ Oke, buat para pelajar yang sed...

Tentang Gunung

Gunung Merbabu (29/12/2016) Katanya kalau mau tau sifat seseorang, maka ajaklah dia mendaki gunung. Bagiku gunung lebih dari sekedar ingin tahu sifat orang lain, tapi juga untuk mengetahui sifat kita yang sebenarnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang akan terlihat sifat aslinya saat menghadapi kesulitan, tapi mendaki gunung bukan berarti kita hanya mempersulit diri. Walaupun banyak yang mempertanyakan “ngapain sih lu, naik gunung capek – capek trus ntar turun lagi, bahkan bisa mangancam nyawa lu sendiri juga?” Ya pertanyaan tersebut tidaklah salah, kalau dipikir pakai logika mungkin benar saja bahwa mendaki gunung terkesan tidak berfaedah, tapi bagiku tidak demikian. Bagiku gunung bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tapi juga sebagai tempat ‘lari’, ya tempat melarikan diri dari segala kepenatan, segala kejenuhan, segala rutinitas, bahkan sampai menjadi tempat menyembuhkan sakit hati. Bagiku gunung bukan sebuah tempat untuk pergi, melainkan tempat untuk pulang, tempat kita me...

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

picture from google “Ah lu begitu aja baper?” kata salah seorang kepada temannya yang katanya merupakan teman dekat. Tapi sebenarnya seorang tersebut sudah bercanda keterlaluan. Kalau kejadiannya di zaman sebelum kata baper itu menjadi viral mungkin orang tersebut menurut budaya seharusnya meminta maaf, maka hal tersebut adalah perilaku normal di masyarakat dengan budaya ketimuran. Semenjak kata – kata baper dan sejenisnya viral justru apabila orang yang kita ejek marah atau sakit hati justru menjadi suatu hal yang tidak normal, dan orang yang mengejek tersebut akan mengatakan hal seperti kalimat diawal tulisan ini. Sejatinya kata maaf adalah sebuah kata yang harusnya kita ucapkan apabila kita melakukan kesalahan, tidak peduli kita lebih tua atau lebih muda dari orang yang kita sakiti. Orang yang meminta maaf pun tidak harus melulu orang yang salah, tapi orang yang bisa meminta maaf terlebih dahulu bahkan meskipun ia tidak salah merupakan orang yang berjiwa besar. Selain minta maaf, ...