Langsung ke konten utama

Kekonyolan Sabtu Minggu part 2

Lanjutin ceritanya nihh...

Keesokan harinya ada 3 acara menunggu, tapi saya hanya bisa memilih satu dan saya memutuskan jalan dengan anak2 teater airo jam 9 karena udah lama gak jalan bareng. Kami janjian di salah satu halte busway, tapi emang udah tabiat seperti biasa saya dateng ngaret jam 9.30. Setelah berunding akhirnya kita memutuskan untuk pergi nonton + karokean di salah satu mall (sebut saja CL),oh iya kita pergi berempat sebut saja kak sandra sebagai yang punya hajat,kak mustia, revi dan juga saya tentunya. Disana kami sempat menjadi orang yang agak bodoh karena sering kali muter2 gak jelas (lebih tepatnya nyasar karena gak hafal tempat2nya), contohnya ketika kak sandra ngjak nyari jajan lalu kak mustika bilang di giant aja, saya pun berfikir emang ada giant ya disini?, lalu revi yaudah yuk kebawah aja, ya mau tidak mau saya ikit dan setelah lama berputar-putar akhirnya kami tidak menemukan tempatnya dan kembali ke tempat semula dan membeli makanan disana dan saya hanya bisa menghela napas. Lalu kami ingin nonton dan ternyata XXI nya belum buka dan saya baru inget XXI buka jam 12.00 sedangkan saat itu masih pukul 10.30. Oh iya kita dari lt.1 ke XXI nya (di lt.5) naik eskalator, padahal di sana ada lift. hmm



Lalu kami bingung mau kemana selanjutnya, dan ada yang bilang karokean aja yuk kak. Kak sandra pun menjawab yaudah yuk dimana tempatnya? lalu entah siapa menjawab di bawah kak, lt 1 deh kayaknya. Yaudah akhirnya kita ke lt.1 (kali ini pake lift). pas keluar dan muter2in tuh lt.1 ternyata gak ada. yaudah cari yuk keatas dan kita keluar di lt.4 tiba2 saya melihat sebuah tempat karoke ternyata ada di lt.5 dan letaknya persis di sebelah XXI, lagi2 kita tersasar..

Tidahk mau berlama-lama kita masuk ke tempat karoke tersebut dan ternyata tempat itu belum buka juga, dan baru buka jam 11.30, akhirnya karena lelah kita menunggu di depan XXI satu jam sambil foto-foto.









Kita menonton film indonesia yang ceritanya haru tapi bagi saya itu konyol karena :
1. di film itu di kasih tau ayahnya bisu dan tuli, tapi anehnya kok bisa denger omongan orang tanpa gerakkan tangan.
2. saat cowoknya rekaman dan main gitar, kok kuncinya gak ganti-ganti.

Dan ketika film itu selesai kita karokean dengan menunggu terlebih dahulu selama 1 jam juga. Di tempat itu kita berempat benar2 menggila dan menggalau. Kita nyanyin cukup banyak lagu dan salah satunya lugu AYU TING-TING yang ALAMAT PALSU. (tidak termasuk saya)
Setelah selesai kita pulang dan saya tiba di rumah pukul 18.00

Nah itu dia ngebolang saya selama 2 hari berturut-turut.. Sempat sedih juga karena gak bisa dateng ke 2 acara yang mungkin juga gak kalah seru yaitu REUNI SD dan ANNIV temen..
maaf juga ya gak bisa dateng dan terutama buat temen-temen SD gua yang nungguin. Insya Allah lain kali dateng kok :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Apa Susah-susah Belajar, Ujungnya Gak Kepake!

  picture from google “Ngapain sih kita belajar integral, matriks, turunantoh ujungnya kalo beli siomay gak akan ditanyain integral sama abangnya!” Celetuk seorang siswa dalam sebuah kelas setelah selesai pelajaran matematika. “Iya kalo di fisika juga sama, ngapain coba kita pusing – pusing belajar gerak parabola, emang ada atlet basket yang mau shooting ngitungin sudutnya dulu, kecepatannya berapa biar bisa masuk ke ring, yang ada keburu diambil lawan bolanya” tambah temannya yang lain. Yups, setiap pelajar pasti pernah memikirkan hal ini. Pasalnya mereka merasa apa yang mereka pelajari tidak berguna untuk kehidupan mereka. Udah pusing – pusing, tapi gak bermanfaat kan kayak sia – sia perjuangan. Eiitsss, tapi jangan buru – buru menghakimi, sesuatu yang kita pelajari itu sia – sia, karena sesungguhnya belajar apapun itu tidak akan sia – sia. Lantas akan muncul pertanyaan ‘Buat apa kita pelajari itu semua kalo gak kepake buat kehidupan kita?’ Oke, buat para pelajar yang sed...

Tentang Gunung

Gunung Merbabu (29/12/2016) Katanya kalau mau tau sifat seseorang, maka ajaklah dia mendaki gunung. Bagiku gunung lebih dari sekedar ingin tahu sifat orang lain, tapi juga untuk mengetahui sifat kita yang sebenarnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang akan terlihat sifat aslinya saat menghadapi kesulitan, tapi mendaki gunung bukan berarti kita hanya mempersulit diri. Walaupun banyak yang mempertanyakan “ngapain sih lu, naik gunung capek – capek trus ntar turun lagi, bahkan bisa mangancam nyawa lu sendiri juga?” Ya pertanyaan tersebut tidaklah salah, kalau dipikir pakai logika mungkin benar saja bahwa mendaki gunung terkesan tidak berfaedah, tapi bagiku tidak demikian. Bagiku gunung bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tapi juga sebagai tempat ‘lari’, ya tempat melarikan diri dari segala kepenatan, segala kejenuhan, segala rutinitas, bahkan sampai menjadi tempat menyembuhkan sakit hati. Bagiku gunung bukan sebuah tempat untuk pergi, melainkan tempat untuk pulang, tempat kita me...

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

picture from google “Ah lu begitu aja baper?” kata salah seorang kepada temannya yang katanya merupakan teman dekat. Tapi sebenarnya seorang tersebut sudah bercanda keterlaluan. Kalau kejadiannya di zaman sebelum kata baper itu menjadi viral mungkin orang tersebut menurut budaya seharusnya meminta maaf, maka hal tersebut adalah perilaku normal di masyarakat dengan budaya ketimuran. Semenjak kata – kata baper dan sejenisnya viral justru apabila orang yang kita ejek marah atau sakit hati justru menjadi suatu hal yang tidak normal, dan orang yang mengejek tersebut akan mengatakan hal seperti kalimat diawal tulisan ini. Sejatinya kata maaf adalah sebuah kata yang harusnya kita ucapkan apabila kita melakukan kesalahan, tidak peduli kita lebih tua atau lebih muda dari orang yang kita sakiti. Orang yang meminta maaf pun tidak harus melulu orang yang salah, tapi orang yang bisa meminta maaf terlebih dahulu bahkan meskipun ia tidak salah merupakan orang yang berjiwa besar. Selain minta maaf, ...