Langsung ke konten utama

Semut Saja Bisa

Maaf nih udah lama banget gak ngepost lagi, dan udah jarang banget ngurusin blog, soalnya entah kenapa belakangin ini guru-guru di sekolah lagi pada hobby banget ngasih tugas yang cukup menyita waktu dan pikiran, sampai otak sel-sel saraf yang ada di otak seperti mengalami momentum lenting sempurna, hahaha #lebay aja.

Nih kali ini saya hanya ingin share sedikit tentang kebiasaan semut yang amat sangat luar biasa. Taukah kalian apa kebiasaan itu?
Apakah kalian pernah mengamati sebelumnya kalo mereka berjalan pasti mereka selalu membuat barisan, dan mereka selalu berjalan dalam barisan itu. Itu menandakan betapa kompaknya para semut itu sampai mereka kalo berjalan aja satu baris gitu.
Selain itu, semut tuh kalo ketemu sama semut lain pasti salaman, kenapa? Karena mereka sangat menjaga silaturahmi antar sesama semut. Coba kalo kita? kadang-kadang aja kalo ketemu sama orang yang mungkin kita kenal tapi tidak terlalu akrab gak pernah dah salaman kayak semut-semut itu, jangankan salaman nyapa aja susah banget rasanya. *pengalaman*

Hal yang menarik dari semut lainnya adalah mereka selalu berbagi makanan sama semut yang lainnya kalo ada salah satu semut yang mendapatkan makanan. Nah kalo kita? Boro-boro berbagi makanan menawarkan makanan yang kita punya jarang. 

Nah dari tiga hal yang diuraikan tadi, apakah kita gak malu sama semut?
mereka yang kecil saja bisa, kenapa kita tidak?
makanya mulai dari sekarang kita perbaiki sifat-sifat kita, jangan mau kalah dengan semut..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

picture from google “Ah lu begitu aja baper?” kata salah seorang kepada temannya yang katanya merupakan teman dekat. Tapi sebenarnya seorang tersebut sudah bercanda keterlaluan. Kalau kejadiannya di zaman sebelum kata baper itu menjadi viral mungkin orang tersebut menurut budaya seharusnya meminta maaf, maka hal tersebut adalah perilaku normal di masyarakat dengan budaya ketimuran. Semenjak kata – kata baper dan sejenisnya viral justru apabila orang yang kita ejek marah atau sakit hati justru menjadi suatu hal yang tidak normal, dan orang yang mengejek tersebut akan mengatakan hal seperti kalimat diawal tulisan ini. Sejatinya kata maaf adalah sebuah kata yang harusnya kita ucapkan apabila kita melakukan kesalahan, tidak peduli kita lebih tua atau lebih muda dari orang yang kita sakiti. Orang yang meminta maaf pun tidak harus melulu orang yang salah, tapi orang yang bisa meminta maaf terlebih dahulu bahkan meskipun ia tidak salah merupakan orang yang berjiwa besar. Selain minta maaf, ...

HAI, APA KABAR?

picture from google “Hai, apa kabar? Aku rindu.” Sungguh rasanya ingin sekali ku mengirim pesan itu ke dirimu, tapi ku tak sanggup. Luka itu masih terlalu perih, kesedihan itu masih tetap ada, dan mengikhlaskanmu masih terasa terlalu sulit bagiku. Aku tak tahu bagaimana dengan dirimu, apakah kau merasakan hal yang sama dengan diriku, atau hanya aku saja yang merasakannya. Aku mencoba melupakannya untuk menyembuhkan luka itu, tapi malah ku semakin mengingat apa yang telah kita lewati bersama. Terlalu banyak kenangan itu. Dan kau masuk terlalu dalam di hatiku. Atau aku yang terlalu berharap padamu. Ah entahlah, aku tak paham dengan semua yang terjadi. Aku tak tahu apa yang terakhir kau sampaikan kepadaku itu jujur atau tidak. Aku sungguh tak tahu. Apakah benar itu jawaban atas doamu, atau justru itu jawaban atas doaku. Aku sungguh tak tahu. Mungkin pertemuan dan kedekatan kita beberapa waktu belakangan adalah sebuah kesalahan. Terlalu banyak aturan-Nya yang kita langgar. Sehingga D...

Buat Apa Susah-susah Belajar, Ujungnya Gak Kepake!

  picture from google “Ngapain sih kita belajar integral, matriks, turunantoh ujungnya kalo beli siomay gak akan ditanyain integral sama abangnya!” Celetuk seorang siswa dalam sebuah kelas setelah selesai pelajaran matematika. “Iya kalo di fisika juga sama, ngapain coba kita pusing – pusing belajar gerak parabola, emang ada atlet basket yang mau shooting ngitungin sudutnya dulu, kecepatannya berapa biar bisa masuk ke ring, yang ada keburu diambil lawan bolanya” tambah temannya yang lain. Yups, setiap pelajar pasti pernah memikirkan hal ini. Pasalnya mereka merasa apa yang mereka pelajari tidak berguna untuk kehidupan mereka. Udah pusing – pusing, tapi gak bermanfaat kan kayak sia – sia perjuangan. Eiitsss, tapi jangan buru – buru menghakimi, sesuatu yang kita pelajari itu sia – sia, karena sesungguhnya belajar apapun itu tidak akan sia – sia. Lantas akan muncul pertanyaan ‘Buat apa kita pelajari itu semua kalo gak kepake buat kehidupan kita?’ Oke, buat para pelajar yang sed...