Langsung ke konten utama

Penyakit Malas

Penyakit yang satu ini adalah salah satu penyakit yang diderita oleh banyak orang, termasuk anak sekolah termasuk saya ini. Dan konon katanya penyakit ini tidak ada obatnya. Hanya mungkin obatnya ada di dalam diri individu tersebut.

Hmm, dan kalo penyakit ini kambuh bisa gawat banget karena individu yang punya penyakit ini bisa tidak melakukan aktvitas apapun sampai akhirnya raasa kambuh itu hilang (kalo udah kronis yaa.).
Penyakit ini juga bisa bikin kita jauh dari kesuksesan yang akan kita raih. Selain itu juga bisa menyebabkan kita dapat hukuman karena kita malas mmengerjakan tugas atau apapun bentuknya.

Dan penyakit yang telah lama saya derita ini, bisa bikin banyak orang disekeliling kita jadi kesel karena kemalasan kita. Contohnya ya, dulu penyakit saya pernah kambuh dalam saat yang tidak tepat yaitu saat 'ujian kenaikan sabuk' entah apa penyebabnya malas saya kambuh, benar-benar malas untuk melakukan apapun hingga akhirnya sering sekali saya diomelin oleh senpai (pelatih karate) saya.



Nah benar-benar bahaya kan kalo emang udah punya penyakit yang satu ini. Jujur sampai sekarang saya masih bingung gimana caranya nyembuhin ini, pernah ada yang bilang ke saya bahwa penyakit malas ini ad obatnya yaitu 'MOTIVASI'.

Dan saya mencari sesuatu yang bisa memotivasi diri saya sendiri, hingga akhirnya saya tahu apa yang bisa memotivasi saya. Saya pun bisa menghilangkan penyakit ini tapi hanya untuk sementara karena untuk saat ini saya mulai kehilangan motivasi itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

picture from google “Ah lu begitu aja baper?” kata salah seorang kepada temannya yang katanya merupakan teman dekat. Tapi sebenarnya seorang tersebut sudah bercanda keterlaluan. Kalau kejadiannya di zaman sebelum kata baper itu menjadi viral mungkin orang tersebut menurut budaya seharusnya meminta maaf, maka hal tersebut adalah perilaku normal di masyarakat dengan budaya ketimuran. Semenjak kata – kata baper dan sejenisnya viral justru apabila orang yang kita ejek marah atau sakit hati justru menjadi suatu hal yang tidak normal, dan orang yang mengejek tersebut akan mengatakan hal seperti kalimat diawal tulisan ini. Sejatinya kata maaf adalah sebuah kata yang harusnya kita ucapkan apabila kita melakukan kesalahan, tidak peduli kita lebih tua atau lebih muda dari orang yang kita sakiti. Orang yang meminta maaf pun tidak harus melulu orang yang salah, tapi orang yang bisa meminta maaf terlebih dahulu bahkan meskipun ia tidak salah merupakan orang yang berjiwa besar. Selain minta maaf, ...

HAI, APA KABAR?

picture from google “Hai, apa kabar? Aku rindu.” Sungguh rasanya ingin sekali ku mengirim pesan itu ke dirimu, tapi ku tak sanggup. Luka itu masih terlalu perih, kesedihan itu masih tetap ada, dan mengikhlaskanmu masih terasa terlalu sulit bagiku. Aku tak tahu bagaimana dengan dirimu, apakah kau merasakan hal yang sama dengan diriku, atau hanya aku saja yang merasakannya. Aku mencoba melupakannya untuk menyembuhkan luka itu, tapi malah ku semakin mengingat apa yang telah kita lewati bersama. Terlalu banyak kenangan itu. Dan kau masuk terlalu dalam di hatiku. Atau aku yang terlalu berharap padamu. Ah entahlah, aku tak paham dengan semua yang terjadi. Aku tak tahu apa yang terakhir kau sampaikan kepadaku itu jujur atau tidak. Aku sungguh tak tahu. Apakah benar itu jawaban atas doamu, atau justru itu jawaban atas doaku. Aku sungguh tak tahu. Mungkin pertemuan dan kedekatan kita beberapa waktu belakangan adalah sebuah kesalahan. Terlalu banyak aturan-Nya yang kita langgar. Sehingga D...

Buat Apa Susah-susah Belajar, Ujungnya Gak Kepake!

  picture from google “Ngapain sih kita belajar integral, matriks, turunantoh ujungnya kalo beli siomay gak akan ditanyain integral sama abangnya!” Celetuk seorang siswa dalam sebuah kelas setelah selesai pelajaran matematika. “Iya kalo di fisika juga sama, ngapain coba kita pusing – pusing belajar gerak parabola, emang ada atlet basket yang mau shooting ngitungin sudutnya dulu, kecepatannya berapa biar bisa masuk ke ring, yang ada keburu diambil lawan bolanya” tambah temannya yang lain. Yups, setiap pelajar pasti pernah memikirkan hal ini. Pasalnya mereka merasa apa yang mereka pelajari tidak berguna untuk kehidupan mereka. Udah pusing – pusing, tapi gak bermanfaat kan kayak sia – sia perjuangan. Eiitsss, tapi jangan buru – buru menghakimi, sesuatu yang kita pelajari itu sia – sia, karena sesungguhnya belajar apapun itu tidak akan sia – sia. Lantas akan muncul pertanyaan ‘Buat apa kita pelajari itu semua kalo gak kepake buat kehidupan kita?’ Oke, buat para pelajar yang sed...