Langsung ke konten utama

Cintailah Pelajarannya

Assalamualaikuum.
Kali ini saya mau sedikit berbagi cerita sebagai anak sekolahan. Hahaha
Nih yah banyak temen-temen saya yang tidak suka sama sebuah mata pelajaran, alesannya sih banyak salah satunya adalah gurunya. Mereka bilang sih gurunya killer lah, gak enak ngajarnya lah atau terlalu ribet dan nyebelin. Kalo di kelas saya sih yang paling banyak gak disukai mata pelajaran fisika, udah gak suka sama mata pelajarannya ditambah sama gurunya. Yah kadang-kadang saya juga gak suka sih kalo berurusan dalam mata pelajaran itu. Agak ribet juga, hehehe.


Nah akibat ketidaksukaan kita tarhadap guru bidang study tersebut adalah sering remedial dalam mata pelajaran tersebut, hahaha (saya juga sih). Tapi sebenernya nih ya, semakin kita sering remedial otomatis semakin sering pula kita berurusan dengan gru tersebut, dan lama-lama bisa jadi cinta lohh. *lohh???*



Pernah ada seseorang yang bilang ke saya entah siapa saya lupa. Intinya sih gini "Cintailah mata pelajaannya, jangan cintai gurunya". Dari kata-kata tersebut bukan berarti kita tidak boleh mencintai guru yang termasuk kita asik dan seru. Tapi maksud kata-kata diatas adalah pertama-tama kita harus mencintai semua mata pelajaran. Apabila kita sudah mencintai mata pelajaran tersebut kita akan semangat mempelajarinya tidak memandang siapa yang mengajarnya. Dan dengan sendirinya lama-kelamaan kita juga bisa mencintai guru mata pelajarannya tersebut.

Dan akibatnya kita bisa lebih berprestasi dalam mata pelahjaran tersebut, bahkan dalam mata pelajaran yang dianggap banyak orang susah.
Yah hanya sekedar sharing dan berbagi pengalaman aja. Semoga bisa diambil manfaatnya.
Wassalam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

picture from google “Ah lu begitu aja baper?” kata salah seorang kepada temannya yang katanya merupakan teman dekat. Tapi sebenarnya seorang tersebut sudah bercanda keterlaluan. Kalau kejadiannya di zaman sebelum kata baper itu menjadi viral mungkin orang tersebut menurut budaya seharusnya meminta maaf, maka hal tersebut adalah perilaku normal di masyarakat dengan budaya ketimuran. Semenjak kata – kata baper dan sejenisnya viral justru apabila orang yang kita ejek marah atau sakit hati justru menjadi suatu hal yang tidak normal, dan orang yang mengejek tersebut akan mengatakan hal seperti kalimat diawal tulisan ini. Sejatinya kata maaf adalah sebuah kata yang harusnya kita ucapkan apabila kita melakukan kesalahan, tidak peduli kita lebih tua atau lebih muda dari orang yang kita sakiti. Orang yang meminta maaf pun tidak harus melulu orang yang salah, tapi orang yang bisa meminta maaf terlebih dahulu bahkan meskipun ia tidak salah merupakan orang yang berjiwa besar. Selain minta maaf, ...

HAI, APA KABAR?

picture from google “Hai, apa kabar? Aku rindu.” Sungguh rasanya ingin sekali ku mengirim pesan itu ke dirimu, tapi ku tak sanggup. Luka itu masih terlalu perih, kesedihan itu masih tetap ada, dan mengikhlaskanmu masih terasa terlalu sulit bagiku. Aku tak tahu bagaimana dengan dirimu, apakah kau merasakan hal yang sama dengan diriku, atau hanya aku saja yang merasakannya. Aku mencoba melupakannya untuk menyembuhkan luka itu, tapi malah ku semakin mengingat apa yang telah kita lewati bersama. Terlalu banyak kenangan itu. Dan kau masuk terlalu dalam di hatiku. Atau aku yang terlalu berharap padamu. Ah entahlah, aku tak paham dengan semua yang terjadi. Aku tak tahu apa yang terakhir kau sampaikan kepadaku itu jujur atau tidak. Aku sungguh tak tahu. Apakah benar itu jawaban atas doamu, atau justru itu jawaban atas doaku. Aku sungguh tak tahu. Mungkin pertemuan dan kedekatan kita beberapa waktu belakangan adalah sebuah kesalahan. Terlalu banyak aturan-Nya yang kita langgar. Sehingga D...

Buat Apa Susah-susah Belajar, Ujungnya Gak Kepake!

  picture from google “Ngapain sih kita belajar integral, matriks, turunantoh ujungnya kalo beli siomay gak akan ditanyain integral sama abangnya!” Celetuk seorang siswa dalam sebuah kelas setelah selesai pelajaran matematika. “Iya kalo di fisika juga sama, ngapain coba kita pusing – pusing belajar gerak parabola, emang ada atlet basket yang mau shooting ngitungin sudutnya dulu, kecepatannya berapa biar bisa masuk ke ring, yang ada keburu diambil lawan bolanya” tambah temannya yang lain. Yups, setiap pelajar pasti pernah memikirkan hal ini. Pasalnya mereka merasa apa yang mereka pelajari tidak berguna untuk kehidupan mereka. Udah pusing – pusing, tapi gak bermanfaat kan kayak sia – sia perjuangan. Eiitsss, tapi jangan buru – buru menghakimi, sesuatu yang kita pelajari itu sia – sia, karena sesungguhnya belajar apapun itu tidak akan sia – sia. Lantas akan muncul pertanyaan ‘Buat apa kita pelajari itu semua kalo gak kepake buat kehidupan kita?’ Oke, buat para pelajar yang sed...