Langsung ke konten utama

Postingan

LEMAHNYA IMAN

  picture from google Pernah gak sih kalian merasa, kok hidup gua gini – gini aja ya? Atau merasa kok hidup dia banyak banget ya Allah kasih privilege sedangkan gua nggak? Atau pikiran – pikiran lainnya yang bisa buat efek negative justru di hidup kalian. Yups pasti semua orang pernah merasa seperti itu. Tapi tahukah kalian, kalau pikiran seperti itu hadir dari lemahnya iman kita sama Allah. Astagfirullah. Sebelum ke bahasan selanjutnya, saya disclaimer dulu, kalau saya menuliskan ini bukan berarti iman saya sudah kuat atau saya sudah paling taqwa. Sungguh tidak sama sekali seperti itu, tapi saya tuliskan hal ini justru buat jadi pengingat buat saya pribadi. Oke kita langsung ke topic kali ini. Dan mohon maaf kalo agak sedikit curcol, heheh Jadi beberapa bulan silam saya merasa hidup saya seperti kehilangan arah karena satu dan lain hal, yang tak perlu saya ceritakan disini. Singkat cerita saya pun merasa bingung terkait ‘apa tujuan hidup saya sebenarnya’ padahal kalo saja...

HAI, APA KABAR?

picture from google “Hai, apa kabar? Aku rindu.” Sungguh rasanya ingin sekali ku mengirim pesan itu ke dirimu, tapi ku tak sanggup. Luka itu masih terlalu perih, kesedihan itu masih tetap ada, dan mengikhlaskanmu masih terasa terlalu sulit bagiku. Aku tak tahu bagaimana dengan dirimu, apakah kau merasakan hal yang sama dengan diriku, atau hanya aku saja yang merasakannya. Aku mencoba melupakannya untuk menyembuhkan luka itu, tapi malah ku semakin mengingat apa yang telah kita lewati bersama. Terlalu banyak kenangan itu. Dan kau masuk terlalu dalam di hatiku. Atau aku yang terlalu berharap padamu. Ah entahlah, aku tak paham dengan semua yang terjadi. Aku tak tahu apa yang terakhir kau sampaikan kepadaku itu jujur atau tidak. Aku sungguh tak tahu. Apakah benar itu jawaban atas doamu, atau justru itu jawaban atas doaku. Aku sungguh tak tahu. Mungkin pertemuan dan kedekatan kita beberapa waktu belakangan adalah sebuah kesalahan. Terlalu banyak aturan-Nya yang kita langgar. Sehingga D...

AKU MALU

  Karya : Arum Setyarini   Aku malu Ketika di bumi Palestina umat bersatu Aku hanya bisa menggerutu Atas masalah remeh temehku yang tak sepadu Dan aku tak sanggup membantu Juga bibirku begitu kelu Untuk mereka yang tengah memperjuangkan agama – Mu   Aku sungguh malu pada mereka Anak – anak, orang tua, dan pemuda yang menjadi syuhada Yang sudah mendapat balasan surga Sementara aku, yang masih berusaha menyembuhkan luka Luka yang amat tak seberapa Dibanding dengan mereka yang ada di jalur Gaza   Aku teramat malu pada mereka Karena merasa iba pada warga Palestina Padahal sebaliknya Mereka yang mempertahankan Al Aqsa secara nyata Sejatinya begitu dekat dengan surgaNya Sementara aku, yang hisabnya entah bagaimana Disini, hanya bisa merangkai kata Tak lupa mengirim untuaian doa   Aku benar – benar malu Disana mereka menghidupkan malam dengan begitu menggebu Di sepuluh malam terakhir Ramdhan- Mu Dengan perlengka...

LIKU LUKA

Ada seorang manusia yang memprotes keadilan Allah. Ia melihat begitu banyak ketidakadilan yang ia dapatkan. Ia menganggap Allah tidak adil karena ia begitu sering mendapatkan ujian. Sedangkan ia melihat kehidupan orang lain, hidupnya begitu damai dan lancar tanpa hambatan. Disisi lain, manusia yang lain juga mendapatkan ujian, yang ujiannya mungkin lebih besar dari manusia yang protes kepada Allah tadi. Manusia kedua ini menghadapi ujian dengan sabar dan ikhlas, karena ia tahu Allah tidak akan memberikan ujian yang melampaui kemampuan hambaNya. Bukankah setiap orang yang mengaku beriman akan diuji oleh Allah? seperti dalam Q.S. Al Ankabut : 2. Dan setiap orang ujiannya berbeda – beda. Namanya juga hidup pasti ada ujiannya, orang sekolah dan kursus saja ada ujiannya. Allah memberikan kita ujian pasti ada maksud dan tujuannya, bisa jadi Allah menguji kita karena Allah rindu doa dan tangis kita di sepertiga malam, yang apabila Allah limpahkan kita nikmat, kita justur lupa sama Allah. ...

Cintamu Palsu!

  picture from google Kalaulah kita sebagai umat muslim ditanya, “siapa yang paling dicintai?”, lantas kita dengan yakin dan PDnya menjawab “Allah dan Rasul-Nya”. Namun, seperti yang kita ketahui bukankah cinta itu butuh pembuktian. Lalu apa yang kita dapat buktikan dari yang katanya cinta sama Allah dan Rasul Nya. “Aku menjalankan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang” dengan yakinnya kita menjawab. Tapi coba kita cek dulu yuk, apa kita benar – benar cinta sama Allah dan Rasul-Nya? Sungguh benar yang para pujangga katakana, bahwasannya cinta selalu butuh pembuktian dan pengorbanan. Lantas bagaimana kita sebagai muslim membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul Nya? Jawabannya sesederhana melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, tapi praktiknya tidak sesederhana apa yang kita ucapkan. Pertama, melaksanakan segala perintah Allah dan RasulNya, apa saja sih yang Allah perintahkan ke kita sebagai muslim? Ibadah. Ya, Allah hanya perin...

SOK TAHU!

“Aku setelah lulus ingin kerja di perusahaan A.” atau “aku ingin nikahnya nanti sama dia, gak mau sama yang lain.” atau “Aku harus lulus dalam waktu 3 tahun dengan IPK 3,8” atau aku ingin ini, aku ingin itu banyak sekali, eh jadi kayak Nobita, auto nyanyi lagu soundtrack doraemon, hehehe. Manusia emang sudah sifat dasarnya tidak pernah puas, ingin A, dapet A lalu ingin B, dapet B lalu ingin C, gitu aja terus sampe lebaran monyet. Kadang kita sebagai manusia juga jadi kayak ‘tuhan’ ingin segala sesuatunya sesuai dengan kehendak dan keinginan kita, padahal kita sebagai manusia ini sangat terbatas. Pengetahuan terbatas, akal terbatas, kekuatan terbatas, dan apa – apa terbatas, tapi bukan juga dengan keterbatasan yang kita miliki ini jadi kita gak melakukan apa – apa loh ya. Kita sebagai manusia tentu sangat dianjurkan, hanya saja kita tidak boleh sok tahu. Kita sebagai manusia sering kali sok tahu, merasa paling tahu apa yang terbaik untuk diri kita, atas dasar itu pula kita beranggap...

Harapan

  “Aduh rasanya pengen mati aja deh!” ucap seorang dengan mudahnya seolah setelah mati dirinya akan terbebas dari berbagai masalah. “Aduh gua pengen nyerah aja!” ucapan lain yang mungkin sedang mengalami kegagalan yang begitu luar biasa. picture from google Mungkin kita sering kali merasa seolah masalah yang sedang kita hadapi begitu berat, sampai rasanya kita ingin menyerah dan seperti tak sanggup melanjutkan hidup. Mungkin juga banyak diantara kita yang sering melihat hidup orang lain seolah enak sekali seperti tak ada masalah di dalam hidupnya. Sejatinya setiap orang pasti memiliki masalah di hidupnya. Hanya saja yang membedakan kehidupan kita dan orang lain adalah dalam hal menyikapi masalah. Bisa jadi orang lain sebenarnya sedang mengalami masalah yang amat begitu besar, tapi ia masih bisa tersenyum menutupi masalahnya, sedangkan kita terlalu banyak mengeluh dengan masalah yang sebenarnya tak seberapa. Saat kita di jalan, kita melihat sepasang orang yang satu tuli (otomati...