Langsung ke konten utama

Postingan

AKU MALU

  Karya : Arum Setyarini   Aku malu Ketika di bumi Palestina umat bersatu Aku hanya bisa menggerutu Atas masalah remeh temehku yang tak sepadu Dan aku tak sanggup membantu Juga bibirku begitu kelu Untuk mereka yang tengah memperjuangkan agama – Mu   Aku sungguh malu pada mereka Anak – anak, orang tua, dan pemuda yang menjadi syuhada Yang sudah mendapat balasan surga Sementara aku, yang masih berusaha menyembuhkan luka Luka yang amat tak seberapa Dibanding dengan mereka yang ada di jalur Gaza   Aku teramat malu pada mereka Karena merasa iba pada warga Palestina Padahal sebaliknya Mereka yang mempertahankan Al Aqsa secara nyata Sejatinya begitu dekat dengan surgaNya Sementara aku, yang hisabnya entah bagaimana Disini, hanya bisa merangkai kata Tak lupa mengirim untuaian doa   Aku benar – benar malu Disana mereka menghidupkan malam dengan begitu menggebu Di sepuluh malam terakhir Ramdhan- Mu Dengan perlengka...

LIKU LUKA

Ada seorang manusia yang memprotes keadilan Allah. Ia melihat begitu banyak ketidakadilan yang ia dapatkan. Ia menganggap Allah tidak adil karena ia begitu sering mendapatkan ujian. Sedangkan ia melihat kehidupan orang lain, hidupnya begitu damai dan lancar tanpa hambatan. Disisi lain, manusia yang lain juga mendapatkan ujian, yang ujiannya mungkin lebih besar dari manusia yang protes kepada Allah tadi. Manusia kedua ini menghadapi ujian dengan sabar dan ikhlas, karena ia tahu Allah tidak akan memberikan ujian yang melampaui kemampuan hambaNya. Bukankah setiap orang yang mengaku beriman akan diuji oleh Allah? seperti dalam Q.S. Al Ankabut : 2. Dan setiap orang ujiannya berbeda – beda. Namanya juga hidup pasti ada ujiannya, orang sekolah dan kursus saja ada ujiannya. Allah memberikan kita ujian pasti ada maksud dan tujuannya, bisa jadi Allah menguji kita karena Allah rindu doa dan tangis kita di sepertiga malam, yang apabila Allah limpahkan kita nikmat, kita justur lupa sama Allah. ...

Cintamu Palsu!

  picture from google Kalaulah kita sebagai umat muslim ditanya, “siapa yang paling dicintai?”, lantas kita dengan yakin dan PDnya menjawab “Allah dan Rasul-Nya”. Namun, seperti yang kita ketahui bukankah cinta itu butuh pembuktian. Lalu apa yang kita dapat buktikan dari yang katanya cinta sama Allah dan Rasul Nya. “Aku menjalankan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang” dengan yakinnya kita menjawab. Tapi coba kita cek dulu yuk, apa kita benar – benar cinta sama Allah dan Rasul-Nya? Sungguh benar yang para pujangga katakana, bahwasannya cinta selalu butuh pembuktian dan pengorbanan. Lantas bagaimana kita sebagai muslim membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul Nya? Jawabannya sesederhana melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, tapi praktiknya tidak sesederhana apa yang kita ucapkan. Pertama, melaksanakan segala perintah Allah dan RasulNya, apa saja sih yang Allah perintahkan ke kita sebagai muslim? Ibadah. Ya, Allah hanya perin...

SOK TAHU!

“Aku setelah lulus ingin kerja di perusahaan A.” atau “aku ingin nikahnya nanti sama dia, gak mau sama yang lain.” atau “Aku harus lulus dalam waktu 3 tahun dengan IPK 3,8” atau aku ingin ini, aku ingin itu banyak sekali, eh jadi kayak Nobita, auto nyanyi lagu soundtrack doraemon, hehehe. Manusia emang sudah sifat dasarnya tidak pernah puas, ingin A, dapet A lalu ingin B, dapet B lalu ingin C, gitu aja terus sampe lebaran monyet. Kadang kita sebagai manusia juga jadi kayak ‘tuhan’ ingin segala sesuatunya sesuai dengan kehendak dan keinginan kita, padahal kita sebagai manusia ini sangat terbatas. Pengetahuan terbatas, akal terbatas, kekuatan terbatas, dan apa – apa terbatas, tapi bukan juga dengan keterbatasan yang kita miliki ini jadi kita gak melakukan apa – apa loh ya. Kita sebagai manusia tentu sangat dianjurkan, hanya saja kita tidak boleh sok tahu. Kita sebagai manusia sering kali sok tahu, merasa paling tahu apa yang terbaik untuk diri kita, atas dasar itu pula kita beranggap...

Harapan

  “Aduh rasanya pengen mati aja deh!” ucap seorang dengan mudahnya seolah setelah mati dirinya akan terbebas dari berbagai masalah. “Aduh gua pengen nyerah aja!” ucapan lain yang mungkin sedang mengalami kegagalan yang begitu luar biasa. picture from google Mungkin kita sering kali merasa seolah masalah yang sedang kita hadapi begitu berat, sampai rasanya kita ingin menyerah dan seperti tak sanggup melanjutkan hidup. Mungkin juga banyak diantara kita yang sering melihat hidup orang lain seolah enak sekali seperti tak ada masalah di dalam hidupnya. Sejatinya setiap orang pasti memiliki masalah di hidupnya. Hanya saja yang membedakan kehidupan kita dan orang lain adalah dalam hal menyikapi masalah. Bisa jadi orang lain sebenarnya sedang mengalami masalah yang amat begitu besar, tapi ia masih bisa tersenyum menutupi masalahnya, sedangkan kita terlalu banyak mengeluh dengan masalah yang sebenarnya tak seberapa. Saat kita di jalan, kita melihat sepasang orang yang satu tuli (otomati...

Valentine Day, Hari Kasih Sayang?

14 Februari, yes tepat hari ini banyak pasangan orang yang merayakannya sebagai hari kasih sayang. Benarkah itu? Tentu dengan dalih ini juga banyak orang yang melakukan sex bebas. Bahkan ironisnya tingkat penjualan, maaf, kondom, meningkat dengan pesatnya. Dan anehnya lagi yang merayakan, yang katanya hari kasih sayang ini, adalah pesangan pemuda pemudi yang belum halal atau belum ada ikatan pernikahan. picture from google Sebagai umat muslim, tentu kita tidak boleh sembarangan ikut – ikutan perayaan yang tidak mencerminkan budaya islam bahkan melanggar syariat. Islam memang agama yang penuh dengan kasih sayang, bahkan Allah pun bersifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bagaimana mungkin agama yang Tuhannya pun memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang ini tidak terdapat kasih sayang didalamnya. Tapi kasih sayang seperti apa yang ada didalam islam, apakah sama dengan kasih sayang yang orang sebut dalam valentine day? Tentu tidak. Syariat Islam mengajarkan banyak hal tentang ka...

Makna Bahagia

picture from google Bahagia, sebuah kata yang dicari oleh banyak orang. Bicara soal bahagia ini juga setiap orang mempunyai arti yang berbeda. Ada yang mengartikan bahagia adalah ketika seorang sudah merasa senang dan puas dengan dirinya. Ada pula yang mengartikan bahagia ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Tak sedikit pula yang mengartikan bahagia apabila seorang sudah merasa secure dengan dirinya ataupun orang yang dicintainya. Lantas bahagia yang sebenarnya itu apa sih? Sejatinya bahagia yang hakiki di dunia itu tidak pernah ada. Maksudnya gimana? Oke kita akan bahas lebih lanjut.   Sebagian besar beranggapan, kebahagian akan dirasakan ketika kita berhasil mendapatkan pencapaian materi, apapun itu, bisa uang, kendaraan, kehidupan yang nyaman, dan lain sebagainya. Tapi seperti yang saya katakan tadi bahwa sejatinya kebahagian yang hakiki di dunia ini tidak pernah ada. Hal itu bisa saya katakan apabila kebahagian hanya dinilai dari aspek duniawi saja, karena...