Langsung ke konten utama

Postingan

Makna Bahagia

picture from google Bahagia, sebuah kata yang dicari oleh banyak orang. Bicara soal bahagia ini juga setiap orang mempunyai arti yang berbeda. Ada yang mengartikan bahagia adalah ketika seorang sudah merasa senang dan puas dengan dirinya. Ada pula yang mengartikan bahagia ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Tak sedikit pula yang mengartikan bahagia apabila seorang sudah merasa secure dengan dirinya ataupun orang yang dicintainya. Lantas bahagia yang sebenarnya itu apa sih? Sejatinya bahagia yang hakiki di dunia itu tidak pernah ada. Maksudnya gimana? Oke kita akan bahas lebih lanjut.   Sebagian besar beranggapan, kebahagian akan dirasakan ketika kita berhasil mendapatkan pencapaian materi, apapun itu, bisa uang, kendaraan, kehidupan yang nyaman, dan lain sebagainya. Tapi seperti yang saya katakan tadi bahwa sejatinya kebahagian yang hakiki di dunia ini tidak pernah ada. Hal itu bisa saya katakan apabila kebahagian hanya dinilai dari aspek duniawi saja, karena...

Gelisah Karena Apa? QLC?

Turuntuk yang sedang gelisah, mungkin tulisan ini bisa sedikit mengurangi kegelisah dan kegundahan kalian. picture from google “Nanti gua habis lulus mau ngapain ya?”, “aduh kok gua belom dapet kerjaan ya?” atau “gua kapan ya nikah?” dan masih banyak ke aduhan yang sifatnya kebanyakan itu – itu aja gak sih. Buat yang lagi merasakan itu, sama saya pribadi juga sering sekali merasakan kegelisahan serupa. Ya namanya hidup di dunia gak ada yang pasti kan dan selalu aja pasti ada ujian, cuma ya setiap orang ujiannya beda – beda, ada yang ujiannya seputar kesehatan, ada yang ujiannya perihal rezeki (ini udah pernah dibahas ditulisan saya belumnya), ada juga yang ujiannya perihal jodoh atau pasangan, dan lain – lain deh pokoknya. Intinya sama setiap orang punya ujian dan masalahnya sendiri. Banyak pertanyaan – pertanyaan yang menghantui kita yang disadari atau tidak kebanyakan pertanyaan itu umumnya seputar duniawi, jarang sekali kita gelisah “nanti kita masuk surga atau nggak ya?” atau “...

Sang Penakluk Kontantinopel, Muhammad Al Fatih

picture from google “Siapakah superhero yang kalian kagumi?” Kalaulah pertanyaan ini ditanyakan kepada anak – anak, mungkin jawaban mereka tak akan jauh dari kata superman, batman, iron man, atau tokoh fiktif di kebanyakan film. Ya, mereka hanya sebatas tokoh fiktif yang merupakan harapan dari kebanyakan orang di dunia nyata, tapi sesungguhnya muslim punya tokoh yang tidak kalah hebat dari si man man tadi, dan pastinya tokoh muslim ini adalah tokoh nyata. Ialah Sang Penakluk. Ketika disebutkan nama Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih, mungkin masih sedikit sekali yang mengetahuinya. Oke kita akan bahas sedikit tentang tokoh muslim yang luar biasa ini, yang semoga kelak akan bermunculan Al Fatih lainnya. Bismillahirrahmanirrahim . "Ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah Saw., tiba-tiba beliau Saw. ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Rasulullah saw menjawab, "Kota Heraklius ditaklukkan terlebih dahulu (maks...

Ketika Insecure

  Picture from google “Eh enaknya jadi dia, udah cantik, pinter, tajir pula lagi!” Celetuk salah seorang disebuah obrolan dengan teman – temannya. “Iya bener banget, sempurna banget hidup dia, udah malah terkenal pula dia, liat aja followers di medsosnya sampe jutaan lebih.” Sahut yang lain masih dalam obrolan yang sama. “Iya, coba kit amah apa, Cuma res – resan kerupuk kulit seribuan.” Celoteh yang lain, sambil tertawa miris, dan masih dalam obrolan yang sama. Ya, pada zaman sekarang seringkali kita jumpai keadaan seperti obrolan diatas. Banyak sekali orang yang membanding – bandingkan dirinya dengan orang lain, akibatnya orang yang membandingkan menjadi tidak percaya diri atau istilah kekiniannya yaitu insecure . Sebenarnya insecure ini kian banyak dijumpai pada era digital saat ini, karena maraknya orang berbondong – bondong menggunakan media sosial. Dalam menggunakan media sosial ini banyak sekali orang yang memamerkan kebahagian atau kesuksesan dirinya. Sebelumnya, di...

Media Sosial, Positif atau Negatif?

picture from google Media sosial menurut McGraw Hill Dictionary adalah sarana yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara menciptakan, berbagi, serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah jaringan dan komunitas virtual. Sedangkan menurut B.K Lewis (2010), media sosial adalah label bagi teknologi digital yang memungkinkan orang untuk berhubungan, berinteraksi, memproduksi, dan berbagi isi pesan. Lain halnya menurut Michael Cross (2013) menjelaskan bahwa media sosial adalah sebuah istilah yang menggambarkan bermacam-macam teknologi yang digunakan untuk mengikat orang-orang ke dalam suatu kolaborasi, saling bertukar informasi, dan berinteraksi melalui isi pesan berbasis web. Berdasarkan ketiga pendapat diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media sosial adalah sarana yang digunakan baik untuk bertutukar informasi, pesan, atau gagasan berbasis web. Tentunya media sosial yang kita ketahui saat ini sudah sangat banyak dibanding 10 tahun silam, mul...

TENTANG MASA DEPAN

  “Aku kalau udah gede nanti mau jadi dokter, biar bisa nyembuhin orang yang sakit dan gak punya uang.” Itulah kira – kira perkataan polos seorang anak kecil kepada ibunya, atau gurunya atau bahkan temannya perihal cita – cita. Seharusnya memang perkataan itu terpatri tetap sampai si anak dewasa, tapi faktanya banyak yang ketika dewasa dan mengetahui dunia seperti apa malah jadi mundur dan menyerah. Tak sedikit juga yang memberi batasan diri “Kayaknya gue gak bisa deh jadi dokter.” atau “Jadi dokter itu harus pinter, banyak duit, sekolahnya lama, gue mana bisa.” dan kata – kata lain yang memberi batasan kepada diri kita sendiri. Sebenarnya kita mungkin bisa saja berusaha lebih keras dan lebih maksimal untuk mewujudkan cita – cita polos masa kecil kita, tapi alih – alih berkata harus realistis kita justru membatasi diri kita sendiri. “Masa depan itu hanya Allah yang tahu, kitamah sebagai hamba tinggal jalanin aja.” Si anak yang kini sudah beranjak dewasa dan mulai mempelajari kehi...

Kisah Meja Makan

Meja makan, berbicara soal meja makan, banyak yang kurang memahami makna dari sebuah meja makan ini di dalam rumah. Ya, saya baru menyadari makna itu beberapa bulan silam, tepatnya dari sebuah keluarga yang termasuk dalam kalangan berada,  dimana saya berkesempatan langsung merasakan makna dari meja makan dalam sebuah keluarga. Awal mula, saya selalu beranggapan bahwa semua keluarga yang berasal dari kalangan menengah keatas meja makannya hanya luas tanpa pernah diisi penuh oleh seluruh anggota keluarga. Yups, sebuah generalisasi yang sering kali ditampilkan dalam sebuah sinetron atau film. *maklum salah satu korban* Tentu bukan tanpa alasan saya berpikir demikian, karena menurut saya sangat masuk akal apabila orang elite itu sibuk dengan kegiatannya masing - masing, bahkan mungkin mereka beranggapan keluarga itu bukan prioritas. Ayah sibuk rapat sana sini, ibunya pun tak mau kalah, anaknya les sana sini, ini apabila si anak melampiaskan ke arah yang benar, kalau tidak.. ah sudahla...