Langsung ke konten utama

Postingan

PENTINGNYA INFORMASI

picture from google Pernahkan Anda berpikir, mengapa setiap orang mempunyai pola pikir dan pola sikap yang berbeda? Apa yang menyebabkan perbedaan itu? Sebagai contoh, ada dua orang yang mendapatkan permasalahan yang sama, tapi orang tersebut mempunya respon yang berbeda, atau ada dua orang menonton berita bersama tentunya isi berita, orang yang menyampaikan, waktu penyampaian bahkan media penyampaian berita tersebut pun sama, tapi bisa jadi kedua orang tersebut memberikan respon yang berbeda. Nah apa sih yang mempengaruhi itu terjadi atau penyebab utama semua itu? Jawabannya adalah INFORMASI . Saya pertegas kata informasi disini karena inilah penyebab dari setiap pola pikir, pola sikap atau bahkan keyakinan kita dalam menghadapi sesuatu. Misalnya keadaan yang sama dihadapi oleh dua orang bisa menyebabkan perbedaan respon yang diberikan, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan informasi sebelumnya yang diterima oleh kedua orang tersebut. Sebagai contoh, si A biasa mendapatkan ...

HIDUP BUAT APA?

picture from google Saya awali dengan perkataan dari seorang ulama mahsyur Indonesia, yang meski raganya saat ini sudah tiada, tapi karya beliau dan semangat beliau bahkan jiwa beliau sungguh masih hidup sampai saat ini, karena sesungguhnya orang – orang shalih tidak pernah mati, jiwanya masih hidup di sisi Allah. Dari sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Buya Hamka yang saya tuliskan di bagian awal tulisan ini sungguh mengandung makna yang sangat dalam yang sejatinya perkataan beliau itu harus kita renungkan. Kalau hidup di dunia ini hanya sekedar kita menjalani hidup apa adanya, lantas apa bedanya kita dengan babi di hutan? Kalau kita bekerja hanya sekedar bekerja, lantas apa yang membedakan kita dengan kera? Kita akan bahas satu persatu dalam tulisan ini, tapi saya khususkan dalam kalimat pertama yang terkait hidup. Pernahkah kalian terbesit di dalam pikiran kalian ketika sedang melamun tiga pertanyaan mendasar, yakni 1.       Dari mana sebenarn...

BELAJAR FISIKA GAK GUNA!

picture from google “Ngapain sih belajar fisika? Gak guna banget!” Itulah sepenggal kalimat yang sering dikeluhkan baik oleh siswa maupun mahasiswa yang mengambil jurusan MIPA atau paling tidak siswa yang mengambil lintas minat fisika, pada umumnya siswa yang memilih jurusan IPS dalam kurikulum 2013 diharuskan mengambil mata pelajaran lintas minat jurusan lain, jadi dengan keterpaksaan mereka memilih pelajaran fisika sebagai pelajaran lintas minatnya. “Iya bener gak jelas banget, ngapain coba kita ngitungin apel jatuh (materi GLB & GLBB) atau kita ngitungin mobil mau tabrakan (materi momentum), emang nanti kalo kita cari kerja bakal disuruh ngitungin apel jatoh!” Seru kesal temannya yang lain.

Cara Ubah Kebiasaan Buruk

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatu para readers. Tema yang kita bahas kali ini adalah tentang sesuatu yang bernama ' HABITS ".  picture from google Yak habits dalam bahasa indonesia berarti kebiasaan, yang kebiasaan itu selanjutnya kita definisikan sebagai sesuatu yang biasa kita lakukan. Sebagai contoh pernah gak sih kalian ketemu sama orang yang fasih banget bisa bahasa padahal dia bukan orang Arab? Atau ada orang yang ahli banget dalam hal tertentu misalnya seorang koki jago banget masak makanan enak, sedangkan kita sendiri jangankan masak makanan yang aneh - aneh, goreng telur aja gosong. Atau contoh lain ada orang yang dalam seminggu bisa ngabisin kurang lebih 5 buku, sedangkan kita boro - boro 5 buku, baca buku baru awal aja udah ngantuk, betul apa betul? hehehe Nah itu sedikit contoh yang sering kita temui dalam kehidupan sehari - hari. Pertanyaannya yang muncul adalah kenapa mereka bisa ahli banget sedangkan kita tidak? Jawabannya terletak pada ...

Sepenggal Kisah 'Badiuzzaman Said Nursi'

picture from google Diawali dari kisah seorang pengembala kambing yang sangat jujur bernama Mirza. Suatu hari Mirza sedang mengembalakan kambingnya untuk mencari makan di ladang yang cukup jauh dari rumahnya. Mirza sangat memperhatikan kehalalan yang dikonsumsi tidak hanya untuk dirinya dan keluarganya tapi juga untuk kambing peliharaannya, itulah pesan dari ayahnya. Mirza berasal dari keluarga berbangsa Kurdistan. Generasi Mirza adalah keturunan keempat dari dua bersaudara yang dikirim dari Cizre di Tigris untuk berdakwah dan menyebarkan agama di kawasan itu. Abdullah, ayah Mirza masih memiliki garis keturunan dengan Ahlul Bait, oleh karenanya ayah Mirza sangat disiplin mendidik Mirza dan adik – adiknya dengan ilmu agama. Abdullah adalah seorang petani biasa dan memiliki beberapa ekor kambing yang setiap harinya di kembalakan oleh Mirza. Biasanya Mirza mengembalakan kambingnya setelah subuh, ia rela berjalan cukup jauh demi kambingnya mendapatkan makanan yang halal. Suatu hari k...

Titik Balik 2

Keesokaan harinya, Aryani pergi ke sekolah yang dijelaskan oleh pak Andi kemarin. Ia datang pada hari jum’at dan pukul 08.00 WIB sesuai jadwal yang diberikan oleh pak Andi atas kesepakatan dengan kepala SMP tersebut. “Assalamu’alaikum, ada keperluan apa ya mbak?” sapa satpam sekolah dengan nada ramah. “Wa’alaikumussalam pak, saya Aryani calon guru fisika baru pak, saya ingin bertemu dengan kepala sekolah, kemarin sudah buat janji.” Jelas Aryani “Oh baik mbak kalo gitu, mari saya antar ke ruangan kepala sekolah.” Kata satpam sekolah sambil berjalan menuju ke ruangan kepala sekolah. “Baik pak, terima kasih.” Jawab Aryani sambil mengikuti satpam sekolah berjalan ke ruang kepala sekolah. Tidak berjalan terlalu jauh dari pos satpam, kemudian Aryani dan satpam sekolah tiba di depan ruang kepala sekolah. “Assalamu’alaikum Pak.” Kata satpam sekolah sambil mengetuk pintu. “Wa’alaikumussalam.” Jawab kepala sekolah santun. “Ini pak, ada bu Aryani katanya calon gu...

Pendidikan Berbudaya atau Budaya Berpendidikan

picture from google Pendidikan adalah sebuah kata yang tidak asing dalam benak dan pikiran sesesorang diera globalisasi ini. Apalagi dizaman yang sudah modern, tentunya pendidikan sudah menjadi sebuah kebutuhan seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Menurut Sri Martini (2013) dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu Pendidikan” dijelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang dapat digunakan merealisasi bakat-bakat yang dibawa manusia sejak lahir (talenta, teori konvergensi), sehingga manusia mempunyai keterampilan yang dapat digunakan untuk menghidupi dirinya (profesi). Tokoh nasional Ir. Soekarno dan Ki Hajar Dewantara juga menyebutkan, “Satu-satunya yang dapat mengubah nasib bangsa hanyalah pendidikan.” Karena dari pendidikanlah semua berasal, misalnya kini orang dapat dengan mudah menikmati cahaya penerangan dengan menggunakan listrik. Kemudian bermunculan banyak politisi yang mendukung demokrasi pemerintahan dalam suatu bangsa. Beberapa contoh yang dise...